Memang apa sih kerennya jadi mahasiswa? Kamu
pikir kamu keren kalau jadi mahasiswa? Dengan jas almamater yang heroik kamu
jadi bisa kembali ke sekolah kamu dan berkata, “saya sekarang mahasiswa UNMUL
loh” atau “ini nih lihat almamater kuning gw”.
Okey, itu memang salah satu bagian
menyenangkan yang bisa dibanggakan, tapi kalo udah bangga, kamu mau apa? Apa
yang kamu dapatkan dari kebanggaan tersebut?
‘seneng aja’
‘kepuasaan
batin’
‘yah keren
aja sih’
Ada lagi kah ?
Kamu udah yakin dengan pilihan jurusan dan
kampus kamu? Sudah sesuai dengan panggilan jiwa belum? Atau kamui masih bohong
sama diri kamu?
‘iya saya
sudah yakin kok sama pilihan saya’
‘ah masa
sih?, yakin? Itu kok muka masih belum pede tampaknya’
‘ya dibuat
yakin dong, kan sudah keterima’
‘bener nih
gak nyesel?’
‘emang ada
pilihan lain kah?’
Kamu sudah jadi mahasiswa nih sekarang, lalu
kamu mau jadikan titel kamu nanti untuk apa? Mau dijadikan apa titel yang kamu
raih?
Bagaimanapun caranya, itulah yang perlu kita sama-sama
pikirkan. Bahwa kamu jadi mahasiswa itu tidak mudah dan tidak bisa asal-asalan.
Kamu perlu tanya ke diri kamu, “saya mau berkontribusi apa selama jadi
mahasiswa dan setelah lulus untuk negeri ini?
Karena kuliah kamu bukan hanya menyangkut
diri kamu, tetapi juga ratusan juta rakyat Indonesia di masa kini dan masa
depan. Mahasiswa seringkali disebut sebagai unsur perbaikan negara, ya benar
adanya kalimat tersebut. Karena ditangan mahasiswa yang nantinya akan masuk ke
dunia nyata lah negeri ini bergantung harapan.
Kamu kuliah, kamu termasuk dalam 18% rakyat
Indonesia usia 18-23 tahun yang beruntung bisa menikmati bangku di perguruan
tinggi. Jumlahnya tidak sampai 4.5 juta saja mahasiswa itu. Maka renungkanlah
nasih 78% rakyat Indonesia lainnya yang
Karena kamu itu mahasiswa, ada kata MAHA di
depan siswa. Maha itu identik dengan tidak terbatas dan tidak pernah habis.
Perlu di ingat, bahwa penggunaan kata MAHA itu identik dengan sesuatu yang
berhubungan dengan Tuhan (e.g Maha Pengasih,dan Maha Penyayang). Menariknya
bahasa Inggris nya dari Mahasiswa adalah student, atau terkadang ditambahkan
College Student. Bahasa arabnya mahasiswa adalah thulabiy, sama dengan siswa.
Mereka tidak menggunakan terminologi Great Student atau AkbaruThulabiy sebagai
kata ganti mahasiswa.
Hanya di Indonesia yang menggunakan pola kata
seperti ini. Kenapa? Karena ada sebuah harapan khusus bagi mahasiswa Indonesia
untuk bisa memiliki karakter seorang MahaSiswa, seorang yang tidak pernah
terbatas hasratnya untuk bisa menuntut ilmu.
Dalam sebuah lirik lagu perjuangan kampus
yang berjudul “Kampusku”, sang pengubah lagu menuliskan seperti ini;
Berjuta
Rakyat Menanti Tanganmu
Mereka Lapar
dan Bau Keringat
Kusampaikan
Salam Salam Perjuangan
Kami Semua
Cinta Indonesia
Tapi kamu juga jangan terlalu Geer dulu
dengan segala sanjungan untuk mahasiswa, itu gak sekeren itu kok, kadang malah
cuma klise belaka. Saya malah berpikir terlalu banyak pujian untuk seorang yang
menyandang label mahasiswa. Padahal jadi mahasiswa gak sekeren itu kok, apa sih
mahasiswa? Belajar males, kajian kebangsaan cuek, demo di jalan gak mau,
kegiatan pengembangan masyarakat juga gak peduli, bahkan fokus pada
kompetensinya saja juga enggan.
Apa sih mahasiswa itu? Cuma mampu mejeng
dengan tampang keren, sok bawa mobil ke kampus padahal uang orang tua. Bergaya
sana sini, ganti pacar tiap bulan, gak nyimak dosen di kelas, ke kampus
dandannya udah seperti mau ke resepsi pernikahan.
Ngapain sih tuh mahasiswa? Selama empat tahun
di kampus akhirnya gak aplikasi ilmunya, berpikir gimana ngasih makan dirinya
saja, lupa kalau dia di bayarin rakyat saat kuliah, jadi manusia hedon yang
lupa kalau masih banyak rakyat yang lapar dan bau keringat.
Ah mahasiswa, apa pentingnya? Cuma bisa
kritik keadaan negeri tanpa mau berpikir apa yang bisa ia lakukan untuk
negerinya. Hanya ribut diantara mahasiswa, bakar ban dan akhirnya rakyat lagi
yang kembali menderita.
HEI KAMU YANG MENGAKU MAHASISWA !
Coba sekarang saya tanya buat kamu yang mau
lulus kuliah, buat apa sih kamu kuliah? Abis kuliah mau kemana?
‘ikutin aja kemana angin membawa’
‘yah kita lihat nantilah gimana abis wisuda’
‘mau kerja dulu deh, sambil mikir mau ngapain
setelahnya’
Umm. Okey, tidak ada yang salah dengan
kalimat-kalimat tersebut. Tetapi kalimat-kalimat ini menandakan masih banyak
diantara mahasiswa dan alumni muda yang bahkan tidak tau mau ngapain setelah
lulus.
Helloooo
Dimana #panggilanjiwa kamu kawan? Masih belum
berjumpakah dengan #panggilanjiwa kamu itu? Atau bahkan kamu tidak berusaha
mencarinya?
Sobat,apakah dunia kampus belum cukup untuk
kamu dalam mem-#bangunmimpi? Butuh berapa lama lagi untuk kamu agar bisa
menemukan dan merencanakan mimpi besar kamu sobat? Atau jangan jangan kamu
lebih nyaman dalam ketidakpastian mimpi kamu?
Mereka yang tidak punya mimpi akan terjebak
pada kegalauan hidup, dan bila kegalauan hidup menemani mereka maka
ketidakpastian akan menjadi sahabat, dan akhirnya berujung pada ketidakjelasan
manfaat hidup itu sendiri.
APA KONTRIBUSI KAMU UNTUK NEGERI?
Percuma saja kamu kuliah kalau ternyata
pilihan jurusannya bukan yang kamu minati, bohong dengan #panggilanjiwa hanya
untuk mengejar titel di kampus negeri saja. Hidup itu bukan sekedar titel kamu
di dapat dimana, tetapi kamu mau berbuat apa dengan titel tersebut untuk
kebaikan dan kebermanfaatan.
Kamu pikir jadi alumni dari kampus beken itu
terjamin masa depannya kawan? Saya justru banyak kenal teman, senior, dan
junior saya di kampus yang luntang-luntung gak jelas karena penuh kegalauan
dalam menatap masa depan. Mereka tidak membangun karakter diri selama jadi
mahasiswa. Akibatnya? Hidup segan, Mati enggan.
Lantas, apa yang bisa dibanggakan ketika
setelah lulus hanya menjadi sekrup kapitalis yang menghambakan diri pada uang
dan rela ketika sumber daya negeri ini dikeruk untuk kepentingan asing semata.
Apa kalian lupa kalau kalian kuliah disubsidi oleh negara? Uang rakyat itu
kawan? Hasil pajak mereka yang berharap negeri ini lebih baik.
Buat saya, percuma belajar mati-matian masuk
perguruan tinggi kalau ujung-ujungnya hanya memetingkan isi perut belaka dan
tidak mampu berkontribusi untuk bangsa. Sayang banget kawan, bila 4-5 atau
bahkan 6 tahun kuliah pada akhirnya hanya menjadi perusak negeri, yang serakah
atas kebutuhan dunia.
Atau lebih sadis lagi mereka para koruptor
yang menghabiskan hidup untuk merusak moral sosial bangsa. Seharusnya mereka
mereka inilah yang di klaim oleh Malaysia bukan budaya Indonesia.
Rakyat negeri ini membiayai kamu kuliah bukan
hanya untuk mendapatkan IPK Cum Laude atau terancam Cum Laude. Yakin nih yang
IPK nya 4.00 itu benar-benar cerdas? Jangan-jangan mereka cuma seorang robot
yang jago menyelesaikan soal ujian, tetapi gamang dalam menghadapi soal
kehidupan.
Kamu kuliah di kampus teknik, jadilah
teknokrat yang visioner. Kuliah di fakultas hukum, jadilah advokat yang adil.
Belajar di jurusan ekonomi, maka jadilah ekonom yang bijak. Atau bila kamu
kuliah di kampus pertanian, bangunlah negeri ini dengan ilmu pertanian yang
kamu miliki, jangan mangkir dari kompetensi dan malah berpikir untuk menjadi
bankir.
Kuliah itu mahal kawan,
Malu lah pakai jaket kuning UNMUL yang
katanya keren itu kalau gak peka sama isu sosial masyarakat, hanya mengenal
kuliah-kafe-mall saja. Helloo kawan, itu jaket kuning lambang perjuangan, apa
kontribusi kamu untuk negara. Kalau kamu sudah berkontribusi untuk negeri,
barulah boleh sedikit bangga dengan jaket kuning kamu sobat!
Atau mahasiswa UGM yang terkenal dengan jaket
warna karun goni, itu warna kerakyatan, maka segen saya lihat mahasiswa UGM
kalau melihat dan memikirkan realita rakyat aja gak mau. Jaket mu itu bukti
pengorbanan sobat!
Malu lah gw jadi mahasiswa
kalau sepanjang masa kuliahnya gak pernah demo di jalan
Ah capeklah kuliah itu kalau hanya mengejar
Nilai tetapi anti sosial, menjadi manusia robot yang bangga jadi sekrup
kapitalis.
Buat kamu yang baru lulus SNMPTN atau segala
bentuk ujian masuk perguruan tinggi lainnya. Berani janji kontribusi apa selama
jadi mahasiswa? Atau udah cukup bangga dengan label mahasiswa?
Masuk jurusan kedokteran kampus beken, tetapi
gak mau praktek di daerah terpencil, hanya mau jadi dokter di kota. Hmm percuma
deh, di kota di daerah daerah aja masih kekurangan dokter, di kota dokter
menumpuk. Hmm mendingan mundur deh.
Ayolah kawan! Kita MAHAsiswa, ada kata Maha
di depan siswa, masa masih sama sama aja konsep berpikirnya dengan mereka yang
tidak sekolah. Malu la kita sama tukang bakso yang bisa punya 3 pegawai, mereka
yang tidak kuliah aja bisa ngasih makan orang lain, lah mahasiswa? Bangun
Idealisme itu kawan, sejak mahasiswa, kesempatan terakhir untuk membangun
idealisme itu ada di kampus. Setelah lulus, kalian akan menikmati dunia nyata
yang sangat kejam dan pragmatis.
Hidup itu bukan hanya tentang duit, duit, dan
DUIT.
Mahasiswa itu #beda!
Yuk kita bangun konsep berpikir yang dewasa.
Jangan bangga ke kampus pakai mobil orang tua untuk mejeng sana sini dan tidak
peduli dengan lingkungan sekitar, manja dalam belajar serta lemah karakter.
Percuma nanti di hari wisuda, para alumni itu hanya menambah daftar
pengangguran negeri ini, buat apa kamu kuliah sobat?
Sobat, mari kita maknai dengan #bijak kenapa
kita harus kuliah. Ini bukan hanya sekedar mengikuti kebiasaan banyak orang.
Tetapi ini tentang upaya membuat diri kita lebih mampu berkontribusi untuk
pembangunan bangsa.
Sobat, kamu mau berkontribusi apa selama
kuliah?


